Oleh: crowdedpencil | Desember 31, 2009

7 Cara Atasi Rasa Malu

Orang-orang dengan sifat pemalu secara naluri menyimpan kesadaran kalau diri mereka terlewatkan dari orang lain.
Sifat pemalu biasanya membuat seseorang kehilangan kesempatan, kurang mendapat kesenangan dan terkucil dari hubungan sosial.
Sifat pemalu dapat membawa banyak kerugian.
Tapi bagi Anda yang memiliki sifat ini, tak perlu berkecil
hati, karena pada dasarnya ada banyak cara untuk mengusir jauh-jauh
sifat yang merugikan ini. Sebenarnya, formula dari rasa malu terdiri
dari ”terlalu berpusat pada diri sendiri” dicampur dengan rasa gugup.
Dan ada paduan yang lebih tak menyangkan, saat rasa malu itu
mempengaruhi fisik Anda dengan cara ”membajak” ketenangan logis.

Rasa malu adalah sebuah kombinasi dari kegugupan sosial dan pengkondisian
sosial. Untuk mengatasi rasa malu ini, yang Anda butuhkan adalah
belajar bersikap rileks dalam pergaulan sosial. Dibutuhkan usaha untuk
mengarahkan diri Anda jauh dari terlalu berpusat pada diri sendiri,
serta memberi diri Anda ruang untuk mempraktekan kemampuan
bercakap-cakap. Dalam kebanyakan kasus, emosi yang memuncak dalam
bersosialisasi membuat orang menanggapi berbagai kejadian dengan rasa
takut. Untuk memulai mengurangi rasa malu, bagi Anda yang pemalu, ada
beberapa hal di bawah ini yang mungkin dapat Anda praktekan :

1. Pikirkan tentang cara Anda merasa dan bertindak di sekitar orang-orang
yang telah Anda kenal,dimana Anda bisa merasa nyaman dan bersikap
spontan. Alihkan perasaan itu saat Anda bertemu kenalan baru, begitu
pula dalam situasi yang membuat rasa percaya diri Anda memudar.

2. Hindari terlalu memperhatikan diri Anda sendiri.Tentu saja, Anda boleh
sedikit memikirkan tentang bagaimana Anda akan melewatkan perbicangan
dengan orang banyak, tapi jika seluruh fokus Anda tercurah pada
kata-kata sendiri dan perasaan Anda, selanjutnya Anda akan mulai merasa
gugup sendiri. Ingat-ingat apa yang dikenakan oleh orang lain dan buat
catatan tersendiri, dengarkan apa yang mereka perbincangkan, bayangkan
dimana mereka tinggal, buat sebuah garis besar atau ingat-ingat nama
mereka. Hal ini bukan hanya memberi Anda bahan perbincangan, tapi juga
mencairkan ketegangan dalam bersosialisasi dan membuat perasaan Anda
lebih tenang.

3. Buat pertanyaan terbuka pada semua orang. Banyak
orang yang lebih senang bicara tentang diri mereka sendiri, dan temukan
sebuah topik yang membuat orang lain tertarik. Apa yang membuat mereka
tertarik akan membuat perbicangan berjalan menyenangkan bagi semua
orang. Selalu ajukan pertanyaan yang memungkinkan jawaban lebih dari
ya/tidak.

4. Berhentilah percaya pada imajinasi Anda. Mungkin
Anda pernah membuat gambaran tentang sebuah liburan yang menyenangkan
dan pada kenyataanya jauh berbeda dari yang Anda bayangkan. Itu
menunjukan beatapa tak dapat dipercayanya bayangan kita sendiri.
Berhentilah memikirkan apa yang dipikirkan orang lain, karena apa yang
dipikiran orang lain tentang Anda, belum tentu sama persis seperti
bayangan Anda.

5. Berhentilah memikirkan ”segalanya atau bukan
apa-apa.” Pemikiran ”pasti begini/pasti begitu” tertuang saat Anda
mengalami emosi. Orang-orang yang sedang depresi, marah dan gelisah
melihat kenyataan dari hal-hal ini dengan perbedaan yang ektrim. Bagi
orang yang sedang marah ”Anda salah” dan ”mereka benar,” orang yang
marah akan melihat dirinya ”gagal”, sedang yang lain ”berhasil.” Jadi
berhentilah berpikir kalau Anda mungkin telah mengatakan hal yang
salah, atau orang lain akan membenci Anda. Saat Anda merasa rileks
dalam pergaulan sosial, Anda juga akan mendapat lebih sedikit
peringatan dari diri sendiri, karena dalam keadaan gugup, biasanya Anda
akan mulai berpikir tentang segalanya atau bukan apa-apa.

6. Nikmati waktu Anda. Hindari mengatakan hal-hal tanpa berpikir terlebih
dulu. Ajukan pertanyaan, dan jika mendapat pertanyaa. Anda dapat
mempertimbangkan jawaban terlebih dahulu sebagai tanggapan Anda, jangan
asal menjawab tanpa berpikir. Jawaban yang diluncurkan dengan perlahan
merupakan cara bersikap santai.

7. Akhirnya, gunakan latihan
hipnotis. Hipnotis merupakan cara tercepat untuk mengubah tanggapan
instink/emosi Anda dalam setiap situasi. Hanya pikirkan bahwa pikiran
dan tubuh Anda dalam keadaan rilek sewaktu bertemu orang baru.
Sebenarnya, sewaktu Anda merasa santai seringkali Anda akan menemukan
saat yang tepat untuk menerapkan hipnotis agar merasa lebih percaya
dirisaat berhadapan dengan orang-orang baru, dan tentu saja pada titik
ini rasa malu akan tersingkir dengan sendirinya.Bagi Anda yang
memiliki masalah dengan rasa malu saat bertemu dengan kenalan baru,
dapat Anda mencoba tujuh tips yang kami sampaikan di atas. Dan semoga
setelah itu Anda akan lebih percaya diri saat bertemu orang-orang baru
dalam pergaulan sosial.

“jika anda para pembaca merasa informasi & tulisan dalam blog ini berguna, silahkan klik  tombol subscribe untuk mendapatkan update tulisan terbaru dalam blog ini, terima kasih sudah berkunjung.”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: