Oleh: crowdedpencil | Desember 28, 2009

Sex Identik dengan isi kepala pria

Mitos bahwa pria selalu ingin, selalu siap, mampu, dan bisa melakukan hubungan seksual tidak sesederhana tampaknya. Kelelahan fisik atau berpikir keras mengenai pekerjaan dan keluarga bisa memengaruhi gairah pria, dan kegiatan seksualnya. Berada dalam kerangka pikir yang tepat…

Adalah penting dalam stimulasi respon seksual pada pria. Hasil survei dari National Study of Health, Intimacy, and Social Relations melaporkan, bahwa mitos pria selalu berpikiran seks tidak tepat. Pria juga mendambakan memiliki pasangan yang menyenangkan, punya minat sama, dan dapat menjadi sahabat.

Berdasarkan hasil survei itu, terungkap pula bahwa pria memberi nilai lebih pada pasangan yang tidak saja dapat memuaskannya di atas ranjang, tapi juga mencintainya. Partisipan pria yang berusia lebih muda lebih memilih pasangan yang menyenangkan. Sedangan partisipan pria yang lebih tua mencari wanita yang penyayang. Dan tentu saja wanita yang menikmati seks.

Jadi, otak pria tidak melulu selalu terisi dengan seks. Seperti berita yang dirangkum dari Health24, pria pun membutuhkan kehangatan kasih dari sebuah pelukan.

Di mana ketika pria sedang dilanda stres akibat beragam masalah dan beban hidup, ia lebih mendapatkan sebuah pelukan hangat penuh cinta dari pasangannya. Dibandingkan dengan berhubungan seks dengan pasangannya. (okezone)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: