Oleh: crowdedpencil | Desember 3, 2009

GENDER..(penting ngak seh buat di masalahin??)

Langsung saja, melihat judul-nya…pasti banyak sekali pendapat,pikiran2 unik,kata2,di ucapkan maupun dalam hati,contoh “cape dehh” (kata anak2 sekarang) dll,seribu ungkapan hati yg muncul…pro & contra..sudah pasti. Ok,thats that..well anyway knapa juga musti banyak org mempermasalahkan bahkan menjadikan ini sebagai “jati diri”..?? knapa jati diri??

Begini,se-penglihatan(maaf kalo bahasanya kurang berkenan /kurang benar) saya,banyak tokoh2 di media masa,elektronik maupun cetak yg tampil sebagai wakil dari kaumnya masing2. Dan sepanjang saya simak saat mereka berbicara, kadang banyak saya temukan bebrapa dari wakil2 ini kurang mengerti,kadang menggunakan bahasa2 “canggih” (yang kalo mau ngomong atau mau kita pahami musti liat kamus dulu).atau mungkin dengan kata lain.. kurang ber-syukur serta kurang memahami masalah ini  dgn keadaan yang ada. lebih terlihat seperti “saya lebih mengerti,kamu tidak/saya lebih tau kamu tidak dll” sehingga terjadi salahnya penafsiran tentang topik & tujuan awal memperjuangkan hak2-nya serta menyelesaikan masalah tersebut .mengapa demikian saya katakan? krn menurut saya, masalah ini sepertinya sudah ada sejak dahulu kala ; bahkan saat wanita sendiri , sebagai kaum yg merasa di jajah masih belum bisa menyuarakan isi hatinya,.nah dengan demikian , di saat sekarang ketika telah terbuka lebar kesempatan untuk bicara, amarah yg selama ini tersimpan “luber”, mem-bludak sampai2 lupa dengan konteks dr masalah tersebut / titik awal masalah tersebut yg mengakibatkan banyak salah ucap,arti,dan penuangan kata2 sehingga hal ini menjadi sebuah masalah yg sangat2 besar dan sulit di temukan titik terangnya sampai terkadang tidak jarang hanya menemukan “debat kusir” ketika ada acara yg menangkat masalah ini ke acara2 debat di TV,dan saya agak prihatin melihat keadaan tersebut.

Kenapa demikian saya katakan?? karena,hanya dari sebuah kalimat,atau bahkan mungkin sebuah kata / ucapan, bahkan air muka lawan bicara,bisa menghasilkan jawaban atau sanggahan yg kurang cerdas,bahakan kadang terkesan arogan..tp ya apa mau di kata,emosi serta ego telah berkuasa ya sudah,jadilah senyum2 palsu terlihat di dalam perdebatan ; yg pada akhirnya, seperti saya katakan di atas menjadi debat kusir (pembicaraan yg membuang waktu).,dan akhirnya…org2 bodo seperti saya hanya bisa bilang”intinya apa seh?? kok bahasanya ribet bgt??” untungnya ada pacar saya yang bisa menjelaskan kepada saya dari sisi dia sebagai wanita,dan akhirnya saya cuma bisa mengatakan “hihihi..untung ada kamu ya,org yg aku sayang dan selalu bisa jelasin ke aku kata2 ribet yang ak ga ngerti.km memang pintar,saya beruntung memiliki wanita seperti kamu.” (krn menurut saya org pintar adalah org yg isa menggunakan bahasa sederhana dalam menjelaskan segala sesuatunya. Lagian kan bahasa di buat untuk mempermudah komunikasi..ya ga sih?? ) ya setidaknya itu menurut orang2 bodoh seperti saya.

Nah contoh kata2 yang paling membuat saya sering tertawa dengan peryataan “org2 pintar” yg saya jumpai di hidup saya , maupun yang saya lihat di TV dll adalah (bahasa bodoh-nya aja ya,bahasa “org pintarnya” saya lupa.) … Wanita :  “masa hari gini perempuan di dapur??!! cuma orang jaman dulu aja yang begitu,saya ini wanita modern!!..” ..apakah itu statement yang tepat keluar dari seorang wanita?? nah kalo versi kaum yang satunya Pria :  “wanita tidak bisa lebih dari pria!! itu sudah takdir.kami yg bekerja, kalian yang di rumah mengurus dapur dan anak.itu mutlak!!..” Apa iya pendidikan tinggi2  tp masalah seperti ini saja engak selesai2 , hanya karena ego sampai2 menguasai inti hati?? yang akhirnya membuat orang ber kata “yah sekolah tinggi2 cuma gitu aja.” apakah itu yang anda2 semua inginkan??(ini baru penilaian secara ego masing2 ya.)

Satu contoh yang kalian, baik pria maupun wanita sering lupa.Sebuah contoh sederhana dari kaca mata sopan santun; yang secara tidak langsung menyentuh sisi gender…mau tau apa???

perhatikan baik2 dua contoh di bawah ini..

  • ” Dari dahulu kala, (ngak di ukur dari zaman batu juga seh..hehe..)..apakah ada sejarahnya wanita membukakan pintu, baik kendaraan maupun pintu untuk memasuki sebuah ruangan.?? jawabnya ,yang membukakan pintu selalu pria.., kalau-pun mungkin terjadi sebaliknya,.adalah di sebabkan bila sang pria sakit,lumpuh dan lain sebagainya.”..alasannya?? tidak sopan bila pria tidak mendahulukan wanita.
  • “MAMA..adalah kata pertama yang di ucapkan bayi yang baru lahir,mengapa demikian?? selain mudah mengucapkan MAMA; di bandingkan dengan PAPA;(hanya dengan membuka tutup mulut sudah terdengar seperti MAMA),juga karena bathin seorang wanita saja yang bisa merasakan,dan di rasakan oleh buah hati-nya tersebut.tidak percaya?? apakaha tidak anda lihat,serta sadari; apabila kita terkejut,sakit refleks rata2 manusia lebih kepada ucapan “aduh mama!!”…mungkin ada juga “aduh papa!!”..tp sejauh ini saya belum pernah menemukan.

masih kurangkah bukti2 sederhana tersebut?????

  • WANITA!! , sadarkah kalian bahwa hanya tangan serta masakan seorang ibu yang bisa membuat makanan yang ter isi dengan nikmat keilkhlasan??? dan walaupun kurang bisa memasak , alias masakan yang di buat tidak enak tp hal tersebut membuat keluarga yang km miliki lebih menjadi utuh karena ke ikhlasan mu , tidakkah kau sadari itu?? bekerja tidak ada yang melarang,baik pria maupun wanita boleh dan bisa serta mampu ber karier jadi jangan salah artikan kata2 WANITA MODERN.
  • PRIA!! , apakah kalian merasa diri kalian Tuhan, sehingga berani membawa kata TAKDIR dalam ucapan-mu?? tidakkah kalian sadari bahwa se-sekali anak2mu juga membutuhkan kehadiranmu , bahkan tidak jarang mereka hanya ingin merasakan di suapi saat makan oleh2 tangan2 kokoh-mu hanya agar merasakan rasa aman yang hanya bisa di berikan kaum mu?? apakah hanya mencari nafkah dan tanpa memberikan kasih sayang , kalian pikir itu sudah cukup??…

Ada baiknya kita semua menyadari , bahwa baik wanita maupun pria…kita semua di ciptakan dengan kelebihan masing2,dan itu tidak di miliki oleh masing2 lawan jenis masing2,maksudnya ya,wanita ada hebatnya ada jg alpha-nya,pria ada hebatnya , tp ada juga kurangnya….jadi tolong , hentikan perdebatan yang hanya membuang waktu tersebut,coba lihat kelebihan & kekurangan masing2,..introspeksi diri dan bekerja sama – lah.kalian bukan orang hebat tanpa kerja sama…dan jangan sia2-kan pemberian Tuhan tsb.

Dengan kata  lain seh saya cuma mau mengatakan,kenapa seh di hari,zaman dan rentan waktu yang modern ini masih banyak orang yg mempermasalahkan hal ini?? kayanya udah ga segitu primitif-nya deh orang2 jaman sekarang??!!? Dan setau saya seh,yang saya lihat ; masalah itu tidak terjadi di orang tua saya,mungkin karena mereka menyadari kalau Tuhan memang memberikan porsi masing2, dan untuk saling melengkapi.bukan untuk saling menunjukan “siapa yang lebih unggul” karena kalian di ciptakan sejajar…kalau-pun masa lalu menempatkan wanita menjadi kaum yang “terpasung” hendaknya rubah keadaan,dogma ,paradigma,serta pengertian tersebut. Jangan di jadikan alasan untuk “balas dendam” (tapi kalo udah atas nama sakit hati seh susah jg ya..hmph..)…kecuali kalian ingin masalah seperti ini ber-larut tanpa ada ujung pangkal-nya…(again..cape deeeeeeeghhhh..Xp )

karena jelas2 kita di ciptakan se-derajat , kok pake di ubah2??? memangnya kalian segitu merasa hebatnya hingga mau merubah kuasa Tuhan??…..

kenapa egois?? memangnya kalian tidak memikirkan anak,sahabat,orang tua kalian…apakah seburuk itu pengalaman-mu terhadap lawan jenis mu sehingga ini adalah satu2-nya cara untuk “balas dendam”?? (kalo yang ini seh pilihan) tp ujung2-nya bisa ber pengaruh ke jiwa kita dan terciptalah trans-gender,gay & lesbian dll , tp skali lagi saya katakan ini seh optional,ga ada urusanya sama bener atau salah,namanya sakit hati.susah juga kadang2 & yang tau benar atau salah hanya Tuhan, stop playing GOD!!!!

akhir kata marilah sama2 kita sadari bahwa begitu banyak kehebatan yang kita miliki dari Tuhan,hanya kadang kita sebagai manusia,kurang menyadari apa yang Tuhan berikan,sehingga semua masalah ( salah satu contoh, masalah gender ini) terjadi di sebabkan krn kurangnya kita menyadari & ber-syukur.

note buat yang mewakilkan suara kaumnya :

Kalo masalah seperti ini  tidak bisa di selesaikan , atau setidaknya di bijaksanakan (di bijaksanakan lho ya?!?! bukan lantas saling senyum2 palsu ber- topeng  ga jelas gitu) , gimana masalah yang lain2 seperti masalah kemanusiaan & social mau selesai?? (garuk2 kepala mode : on); belum lagi kalo dari masalah ini bisa meng-adudomba bebrapa pihak (pengecut2 yang menghalal-kan segala cara) demi kepentingannya…makin pusing ga seh??!!??!?

ps : apabila ada kesalahan dalam penempatan kata , pengucapan dll; mohon koresksinya.dan mohon jangan jadikan sbg ajang perseteruan.di sini saya mencari pendapat dari org2 ber kepala dingin.bukan orang galak..(takut mode : on ).terima kasih kakak2,mama,papa,adik2,sahabat,teman2 dll..hihihihihiii


Responses

  1. slm kenal. saya hargai tulisan Anda di atas, cukup bagus…..

    tapi saya cuma mau mengklarifikasi beberapa hal ja, gak usah panjang2 yah.

    pertama, anda td memberi contoh mengenai adat sopan santun membukakan pintu. saya rasa justru itulah hasil konstruksi sosial dan kultural ketidaksetaraan gender. saya rasa tidak ada suatu keharusan bagi laki2 untuk membukakan pintu kan? masalah buka pintu itu, baik laki2 maupun perempuan bisa melakukannya sendiri.

    buat perempuan gak usah manja lah, buat laki2 juga gak usah ngeluh deh. karena itu cuma adat, bukan keharusan, mau dilakukan ya silahkan, gak jg gpp.

    tapi klo masalah “keharusan istri patuh pada suaminya” (contoh aja) itu adalah bentuk subordinasi yang diharuskan kan? nah itulah letak ketidakadilannya.

    istri patuh sama suaminya oke, tapi jangan dijadikan suatu hal yang mutlak, krn suami menjadi pemimpin istri, bukan krn kelai-lakiannya, tapi krn ia menfkahi istrinya.

    trus yang kedua, anda bilang kita diciptakan setara kok pake dirubah2 segala….

    wah, kayanya Anda kurang mau membuka mata pada kenyataan yang sebenarnya.

    Anda harus belajar banyak ttg gender, saya sarankan baca artikel ini
    http://arihaz99.wordpress.com/2010/04/02/pembedaan-gender-mengarah-pada-subordinasi/

    dan

    http://arihaz99.wordpress.com/2010/04/02/apa-itu-gender-dan-jenis-kelamin/

    dan satu lagi, memang ada kaum feminis yang seakan malah menuntut balas atas posisi yang terbalik, ada sebagian dari mereka yang malah mau menindas laki2 tapi, itu adalah kaum radikal yang tidak mewakili keseluruhan kaum feminis. kaum feminis pada umumnya menuntut KESETARAAN GENDER (equality, bukan persamaan dalam segala hal) dan bukannya mau menindas laki2. kaum feminis menolak segala bentuk diskriminasi yang didasarkan pada hal2 alamiah.

    saya rasa akan seru klo kita teruskan diskusi ini di forum berikut…… klik ya
    http://id.forums.wordpress.com/topic/kesetaraan-gender-dari-perspektif-islami?replies=4

    makasih……..

  2. arihaz yang baik , sebelumnya terima kasih sudah mau menyempatan waktu untuk berkunjung ke blog ini, & menyimak tulisan saya…hehehe…ok langsung aja ya saya jawab klarifikasi anda…

    pertama ,soal adat sopan santun membuka tutup pintu…itu sebenrnya bebas , krn saya jg tidak menuliskan kalau ada KEHARUSAN dalam urusan tersebut..itu hanya kesadaran.begitu jg dgn masalah patuh, patuh datang dr kesadaran hati, bukan dr siapa yg menafkahkan saja patokannya,(menurut saya lho ya.. ^_^) lagian kan , laki2 benar adanya KEPALA KELUARGA, namun wanita kan jg PEMIMPIN KELUARGA,jadi sama kedudukannya,cuma beda porsi.

    kedua, menurut saya memang sudah setara krn dgn contoh yang saya berikan itu lebih kepada kaca mata umum,jadi soal kepatuhan, krn kalau saya lihat anda lebih menggunakan kaca mata agama, TIDAK SALAH.. namun ber-beda boleh saja bukan??? krn saya sendiri menyadari saya masih amat sangat jauh dari kata ber-iman(dekat dngan agama)..jadi saya menggunakan sudut pandang pada umum-nya dalam menkaji hal ini , jg dr wawasan umum se-umum2-nya di sekitar saya.so cukup nyata lah ya.

    ketiga soal “persamaan dalam segala hal”..menurut saya persamaan tersebut tidak serta merta langsung menggariskan “SAMA” secara mutlak, tentunya dgn batas2 yang Insyallah kita semua sudah tau dan di ajarkan. Jadi kalaupun ada perbedaan persepsi, kembali kepada etika serta standarisasi yg di ambil. Jadi ya, menurut saya..yang saya baca semua di blog anda benar, namun itu bukan pilihan sudut pandang yang saya ambil, krn saya kembali berkaca kepada diri saya dalam kedekatan saya dgn sang khalik , yg jg menjadi salah satu petimbangan ketika saya menulis artikel ini…kira2 seperti itulah…ehehe…

    btw, kalau soal budaya, memang kebanyakan manusia lebih takut dgn budaya di bandingkan dengan aturan agama sekalipun..ngak semua ya, tp kebanyakan… xP..

    di tunggu kungjungan berikutnya…terima kasih arihaz.salam kenal.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: